Search This Blog

Pengetahuan Siap Pakai dalam Analisis Kebijakan

Pengetahuan Siap Pakai Dalam Analisis Kebijakan
Data, informasi, penegtahuan dan kebijakan adalah hal hal yang salaing bergantungan tapi merupakan unsur unsur yang dapat dibedakan dalam hirarki proses kognisi yang rumit. Informasi adalah data yang telah ditafsirkan dan diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang dapat mengubah pikiran atau tindakan para pembuat kebijakan. Pengetahuan adalah informasi yang telah dikomunikasikan kepada beberapa pembuat kebijakan yang mentransoprmasikan menjadi keyakinan yang bisa benar sehingga memungkinkan pencapaiaan tujuan dibawah situasi tertentu.
Gagasan tentang plausabilitas muncul sebagai pemahaman bahwa dalam dunia nyata sangat sukar untuk membuat pernyataan pengetahuaan seperti melakukan X akan menimbulkan Y yang kebal kritikan, sanggahan, atau bantahan. Analisis kebijakan dapat dipandang sebagai proses berargumentasi dan berdebat untuk menciptakan, mengkaji secara kritis, dan mengkominukasikana keyakinan yang plausibel benar tentang kinerja dari proses pembuatan kebijakan;. Penciptaan dan penngujian secara kritis atas pernyataan pengetahuan sangat penting untuk mebuat pernyataan yang mempunyai plausibilitas optimal sementara pengkomunikasian  pengetahuan saling berlawanan dan argumen yang mendasarinya juga sama pentingnya , karena proses komunikasilah yang menjamin bahwa pernyataan yang dibuat tidak relevan bagi individu maupun kelompok yang mempunyai peranan dalam proses kebijakan melainkan juga bagi orang lain.
Peran komunikasi, argumentasi, dan debat kebijakan dapat dipahami lebih baik dengan menerapkan model struktural argumen yang dikembangkan oleh Stepen Toulmin. Model ini merupakan sarana yang kuat untuk melukiskan proses berpikir praktis yang kesimpulanya tidak terlalu deduktif. Sejak Aristoteles hingga sekarang argumen praktis semacam ini telah dipandang sebagai silogisme retorikal tang berisi premis premis yang tidak diungkapkan secara jelas ataupun seandainya diungkapkan tidak lengkap dan tidak konklusif. Berbalikan dengan logika deduktif yang baku, cara berpikir praktis mengahasilkan kesimpulan yang terhdapnya kita tidak sepenuhnya percaya, lalu mengembalikan kembali ke informasi lain yang lebihterjamin. Argumen praktis tidak pernah pasti dan jarang, seandainya pernah, bersifat deduktif atau analitis.
. Ketiga jenis pernyataan ini terkait dengan tiga pendekatan analisis kebijakan . pernyataan desinatif yang terkait dengan pendekatan empirik atas analisis kebijakan dan mempersoalkan fakta. Pernyataan evaluatif terkait dengan pendekatan penilaian atas analisis kebijakan dan mempersoalkan nilai. Pernyataan advokatif yang terkait dengan pendekatan normatif terhadapa analisis kebijakan dan mempersoalkan tindakan.


Sementara pendekatan terhadap analisis kebijakan menunjukkan orientasi pokok terhadap produksi dan transformasi informasi, pernyataan kebijakan bersifat sangat spesifik menunjukkan kesimpulan argumen atau debat kebijakan. Argumen kebijakan terdiri atas enam unsur penting yaitu:
·         Pernyataan ( claim) kebijakan
·         Informasi yang relevan dengan kebijakan
·         Pembanaran ( warrant )
·         Dukungan ( backing )
·         Sanggahan ( rebuttal )
·         Syarat ( qualifier )
Ketiga elemen pertama dijumpai pada argumen kebijakn yang asli sedangakan elemen elemen yang lain digunakan untuk maksud tertentu. Salah satu sifat penting dari analisis kebijakan adalah bahwa informasi yang sama dapat memancing pernyataan pernyataan yang berbeda. Karena informasi yang sama dapat menimbulkan pernyataan pengetahuan sedimikian berbeda, maka harus ada asumsi tertentu yang menyediakan pijakan untuk membuat transisi dari informasi ke pembenaran. Asumsi ini yang tercermin dalam pembenaran ( warrant), memperlihatkan mengapa informasi yang sama bisa ditafsirkan berbeda.
Model argumen atau debat struktural merupakan alat yang baik untuk memahami fungsi kritik diakal dalam mengembangkan dan menantang peryataan pengetahuan yang dibuat dalam bidang bidang yang beragam seperti filologi, fisika, kritik sastra, dan perencanaan manajemen strategis. Pertama, model struktural memperlihatkan bahwa pernyataan pengetahuan bersifat ampliatif ( ampliative ). Pernyataan penegtahuan bukanlah pernyataan defenitif yang mengikuti kepastian yang terkandung dalam informasi kebijakan melainkan perkiraan yang meyakinkan yang muncul diatas informasi yang ada. Kedua , model struktural bersifat erotetis ( erotetic ) karena semua unsur dari suatu argumen dikaji secara hati hati dan menjadi sasaran tanya jawab.
Ketiga, model struktural memahami keragaman konteks dalam pembuatan argumen. Pernyataan-pengetahuan secara oftimal bersifat plausibel, dalam norma dan kontekstual yang digunakan untuk membantah atau menentang pernyataan tersebut. Model argumen struktural terutama memadai bila digunakan sebagai alat untuk menampilakan pola argumentasi dan debat kebijakan yang kompleks. Dasar yang dipakai adalah berbagai bentuk cara berfikir kritis. Pendeknya, model struktural argumen, ketika diterapkan dalam wilayah kebijakan publik, merupakan instrumen yang ampuh untuk mewadahi isi dan struktur argumen serta debat kejikan.
Model struktural sangat bermanfaat sebagai kerangka penelitian yang naturalistik. Akan tetapi berbeda dengan metode naturalistik atau kualitatif yang lain, analisis argumen kebijakan harus menanggapi persoalan persoalan metodologis penting yang mengitari pembenaran atas pernyataan pengetahuan. Adapun kriteria penilaiaan plausibilitas  meliputi :
·         Kelengkapan
·         Kesesuaiaan
·         Kepaduan
·         Keteraturan fungsional
·         Kesederhanaan fungsional, ekonomi dan efikasi.
Kesimpulan
Pengetahuan siap pakai dalam kebijakan publik meliputi peran komunikasi, argumentasi, dan debat kebijakan dapat dipahami lebih baik dengan menerapkan model struktural argumen yang dikembangkan oleh Stepen Toulmin. Model ini merupakan sarana yang kuat untuk melukiskan proses berpikir praktis yang kesimpulanya tidak terlalu deduktif.Pernyataan pengetahuan adalah kesimpulan tentang argumen kebijakan. Ada tiga jenis pernyataan semacam ini yakni : desinatif, avaluatif, dan advokatif.

Model argumen atau debat struktural merupakan alat yang baik untuk memahami fungsi kritik diakal dalam mengembangkan dan menantang peryataan pengetahuan yang dibuat.Pertama, model struktural memperlihatkan bahwa pernyataan pengetahuan bersifat ampliatif,Kedua , model struktural bersifat erotetis,Ketiga, model struktural memahami keragaman konteks dalam pembuatan argumen.

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Misteri Kematian Sang Juara Olimpiade Matematika Asal Indonesia David Hartanto

                Seorang mahasiswa asal Indonesia di Nanyang Technology University ( NTU ) Singapura bernama David Hartanto diberitakan meni...