Search This Blog

Policy Brief

Program BLT ( bantuan langsung tunai) dalam Upaya Pengurangan AngkaKemiskinandi Indonesia  

                  
Oleh Nama                  :  Hairil Sakthi Hr 
Nim                 :  E211 13 307
Poverty is bad enoug, but when you are being discriminated, you feel useless, it will strip away your dignity“ ( Frances Steward, Oxford University )
Dalam arti yang luas kebijakan mempunyai dua aspek pokok yakni kebijakan sebagai praktik sosial , bukan event yang tunggal atau terisolir dan kebijakan sebagaisuatu peristiwa yang timbul ountuk mendamaikan claim dari pihak pihak yang konflik atau menciptakan incentive bagi tindakan bersama bagi pihak pihak yang ikut menetapkan tujuan tetapi mendapatkan perlakuan yang tidak rasional dalam usaha bersama tersebut. Dari dua aspek tesebut dapat disimpulkan bahwa kebijakan disatu oihak dapat berbentuk suatu usaha yang komplek dari masyrakat untuk kepentingan masyrakat, dan dilain pihak kebijakan merupakan suatu teknik atau cara mengatasi konflik dan menimbulkan insentif.1
Menurut Thomas R. Dye kebijakan publik adalah apa yang dipilih oleh pemerintah baik untuk dilakukan maupun tidak dilakukan. Sedangkan menurut David Easton, kebijakan publik adalah aloksi nilai yang otoritatif untuk seluruh masyrakat, tetapi hanya pemerintahlah yang dapat berbuat secara otoritatif untuk seluruh masyarakat, dan semuanya yang dipilih oleh pemerintah untuk dikerjakan atau untuk tidak dikerjakan adalah hasil hasil dari aloksi nilai nilai tersebut. Dalam





pegertian seperti diatas maka dapat disimpulkan bahwa perhatian dari kebijakan publik tidak hanya pada apa saja yang dilakukan oleh pemerinthan melainkan termasuk juga apa saja ynag tidak dilakukan oleh pemerintah, justru dengan apa yang tidak dilakukan oleh pemerintah itu mempunnyai dampak yang cukuip besar terhadap masyarakat seperti halnya tindakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah.
Kemiskinan adalah masalah yang sangat penting untuk diatasi oleh Indonesia maupun Negara lain, tingkat kemiskinan merupakan salah satu tolak ukur penilaian bagi sebuah Negara apakah Negara itu makmur dan sejahtera atau tidak, semakin tinggi tingkat kemiskinan maka Negara itu dapat dikatakan belum makmur begitupun sebaliknya semakin rendah tingkat kemiskinan suatu Negara, maka semakin makmur dan sejahtera Negara tersebut. Setiap Negara mempunyai cara masing-masing dalam mengatasi masalah kemiskinan di dalam negaranya, begitupun dengan Negara Indonesia.
Kemiskinan sepertinya tidak akan jauh meninggalkan banggsa kita ini, karena begitu banyak rakyat yang menderita kemiskinan. Ini menandakan bahwa rencana pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan sepertinya hanya bertahan sementara dan salah satu cara dengan mengadakan BLT. Secara garis besar Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat dipahami sebagai pemberian sejumlah uang (dana tunai) kepada masyarakat miskin setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM dengan jalan mengurangi subsidi namun selisih dari subsidi itu diberikan kepada masyarakat miskin. Pada Tahun 2008 Pemerintah melanjutkan skema program pengurangan subsidi BBM dari bulan Juni  sampai dengan Desember 2008 dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai tanpa syarat kepada Rumah Tangga Sasaran (unconditional cash transfer) sebesar Rp.100.000,- per bulan selama 7 bulan. BLT merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2008 tentang pelaksanaan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk rumah tangga sasaran (RTS) dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi BBM. Program BLT-RTS ini dalam pelaksanaanya harus langsung menyentuh dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat miskin (yang terkategori sebagai RTS), mendorong tanggung jawab sosial bersama dan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang secara konsisten dan mesti memperhatikan Rumah Tangga Sasaran yang pasti merasakan beban berat sebagai akibat dari kenaikan harga BBM.BLT yang idealnya harus memenuhi tugas hakikinya yakni membantu masyarakat miskin dengan dasar hukum InPres No.3/2008, memiliki tujuan mulia yang digariskan secara yuridis formal di dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran BLT untuk RTS tahun 2008 sebagai berikut:
1) Membantu masyarakat miskin agar memenuhi  kebutuhan  dasarnya;
2) Mencegah penurunan kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi;
3) Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama.
Dengan tujuan itu, maka penerima bantuan langsung tunai adalah Rumah Tangga Sasaran sebanyak 19,1 Juta Rumah Tangga Sasaran hasil pendataan oleh BPS. yang meliputi Rumah Tangga Sangat Miskin (poorest), Rumah Tangga Miskin (poor) dan Rumah Tangga Hampir  Miskin (near poor) di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan pemberian BLT bagi 19,1  juta RTS seluruh Indonesia yang dilakukan karena pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga dasar BBM, kenaikan harga dapat mengakibatkan harga kebutuhan pokok meningkat dan bagi masyarakat miskin dapat mengakibatkan daya beli mereka semakin menurun. Penurunan ini dikarenakan mereka akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan perkembangan harga di pasar. Warga masyarakat miskin akan terkena dampak sosial yakni semakin menurun taraf kesejahteraannya atau menjadi semakin miskin. Untuk itu diperlukan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dalam bentuk program kompensasi (compensatory program) yang sifatnya khusus (crash program) atau program jaring pengaman sosial (social safety net),seiring dengan besarnya beban subsidi BBM semakin berat dan resiko terjadinya defisit yang  harus ditanggung oleh pemerintah. Selain itu, akibat selisih harga BBM dalam negeri dibanding dengan luar negeri berakibat memberi peluang peningkatan upaya penyelundupan BBM ke luar negeri. Sehingga pemerintah memandang perlu mereviu kebijakan tentang subsidi BBM, karena selama ini subsidi dinikmati juga oleh golongan masyarakat mampu yang kemudian dana itu dialihkan untuk golongan masyarakat miskin. Dan harus diakui program ini setelah pelaksanaannya memang melahirkanpro dan kontra penilaian terkait keberhasilannya. Ada yang berpendapat bahwa Bantuan Langsung Tunai kepada rumah tangga sasaran bersifat charity dan menimbulkan budaya malas, tidak bersemangat berusaha, ketergantungan, dan meminta-minta belas kasihan Pemerintah serta secara ekonomi mikro menumbuhkan  budaya konsumtif sesaat, karena penggunaan uang tidakdiarahkan olehPemerintah  (unconditionalcashtransfer).

Persentase angka kemiskinan di Indonesia mulai tahun 2004 – 2014 : sumber data BPS nasional tahun 2014



Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada bulan Maret 2014, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang, sekitar 11,25%. Jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 0,32 juta orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2013 sebesar 28,60 juta orang. Selama periode September 2013-Maret 2014 jumlah penduduk miskin daerah perkotaan turun sebanyak 0,17 juta dari 10,68 juta pada September 2013 menjadi 10,51 juta pada Maret 2014. Sementara itu, di daerah pedesaan turun sebanyak 0,15 juta orang dari 17,92 orang pada September 2013 menjadi 17,77 juta pada Maret 2014.
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan September 2013 sebesar 8,55% turun menjadi 8,34% pada Maret 2014, sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun 14,37% pada September 2013 menjadi 14,17% pada

Maret 2014. Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan relatif sama di antaranya beras, rokok kretek, telur ayam ras, daging ayam, mie instan, dan gula pasir. Sedangkan komoditi bukan makanan di antaranya biaya perumahan, pendidikan, listrik, dan bensin.
Pada periode September 2013-Maret 2014, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami penurunan.Indeks Kedalaman Kemiskinan turun 1,88% pada September 2013 menjadi 1,75% pada Maret 2014, dan Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,48 menjadi 0,44.
Untuk mengukur kemiskinan BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.
Metode yang digunakan adalah menghitung garis kemiskinan yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan makanan yang disetarakan dengan 2100 kalori per kapita per hari sedangkan GKBM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.
Dalam kasus BLT, kita seperti diingatkan dengan petuah orang dulu yang berkata
jangan berikan ikan kepada seseorang, tetapi berikanlah kailnya agar mereka dapat berusaha mencari ikan
Memberikan BLT kepada masyarakat sebenarnya salah sasaran, dalam artian bahwa dengan adanya program BLT masyarakat cenderung menjadi pemalas dan hanya berharap uang yangsebenarnya tidak begitu banyak dari program BLT yang seharusnya masyarakat menjadi masyarakat yang kreatif dalam mengelola sumber daya alam yang ada. Bahkan tidak sedikit masyarakatyang sebenarnya mampun namun ikut menikmati program BLT yang seharusnya hanya untuk masyarakat bekonomilemah, apakah sekarang masyarakat tidak malu mengakui dirinya miskin?

Tentu saja pendiri Negara ini tidak ingin masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang miskin dan selalu ketergantungan orang lain. Dan setelah membahas masalah ini seharusnya program BLT ini membuat masyarakat yang berekonomi menengah kebawah bisa terbantu dengan program ini namun yang terjadi adalah masyarakat yang ingin mengambil BLT ini sampai berdesak-desakan dan tidak jarang sampai ada yang pingsan, suatu perjuangan yang sangat gigih untuk mendapatkan Rp 150.000 per bulan.

Tahun 2013 badan pusat statistik (BPS)mencatat, masih ada sekitar 28,55 juta jiwa penduduk Indonesia atau 11,47% dari 248,8 juta penduduk Indonesia yang masukdalam kategorimiskin dalam artian sekitar 1dari 9 orang Indonesia adalah orang miskin.
Oleh sebab itu pemerintah hendaknya perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih membumi dalam rangka menyelesaikan masalah kemiskinan ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya adalah :
Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar di indonesia.
Meniadakan korupsi dengan cara memperpanjang hukuman penjara dan denda bagi pelaku korupsi. Sebab korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara sebagaimana mestinya.

Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.
Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :   
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton

• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatka nakses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
Pemerintah bisa juga membuat aturan atau kebijakan seperti pemberian atau peminjaman modal usaha atau aset, memberikan keterampina berwirausaha bagi masayarakat usia produktif , dan meningkatkan akses pasar sehingga mudah dijangkau dan dapat membuat perekonomian berjalan lancar.


Poverty is not created by poor people. It is produced by our failure to create institutions to support humans capabilities“  ( M. Yunus )

Sumber :
·         Thoha, Miftah. Dimensi dimensi prima ilmu administrasi negara, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada. 2005
·         Rancangan Teknokratik RPJMN 2015 – 2019, Bappenas
·         Data Badan pusat statistik nasional ( BPSN ) tahun 2014
·         Wikipedia/bantuanlangsungtunai(BLT)/ di akses pada tanggal 13 April 2015
·         Aldi-triawan.blogspot.com/ di akses pada tanggal 13 April 2015
·         Beritasatu.com/ di akses pada tanggal 13 April 2015

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Misteri Kematian Sang Juara Olimpiade Matematika Asal Indonesia David Hartanto

                Seorang mahasiswa asal Indonesia di Nanyang Technology University ( NTU ) Singapura bernama David Hartanto diberitakan meni...