Search This Blog

Rivew tugas Wawasan Sosial Budaya Maritim

Tugas Review
Secara umum kondisi ekosistem lingkungan dan pesisir secara langsung ataupun tidak langsung memperngaruhi potensi sumberdaya laut. Bagi nelayan, banyak sedikitnya hasil tangkapan selain dipengaruhi oleh faktor potensi sumberdaya laut, maka faktor yang cukup dominan sarana dan prasarana yang dioperasionalakan serta faktor pengalaman nelayan dalam menangkap ikan. Salah satu bentuk pengaruh potensi sumberdaya laut adalah aspek geografi karena aspek tersebut relatif berpengaruh pada tingkat populasi dan variasi ikan yang hidup diperairan tersebut.
Secara biologis hutan mangrove berfungsi sebagai sumber penyedia makanan yang penting bagi berbagai jenis ikan, udang, dan kerang kerangan. Sedangkan terumbu karang juga memiliki fungsi sebagai tempat asuh , berlindung, memijah dan sebagai sumber penyedia pakan bagi jenis jenis ikan karang. Adanya berbagai tekanan pembangunan ekonomi sistematis dan terus menerus serta dampak dari pertumbuahan jumlah penduduk dan pencemaran oleh limbah domestik dan industri, menyebabakan terjadinya degradasi dan kerusakan diwilayah pesisir. Terganggu atau rusakanya kedua ekosisitem tersebut jelas akan mempengaruhi kegiatan melaut nelayan yang bermuara pada jumlah dan variasi hasil tangkapan mereka.
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif selain ekosistem perairan yang memiliki wilayah terumbu karang. Keberadaan mangrove ini berfungsi sebagai pengahalang terjasinya intrusi air laut kedaratan dan penjegah terjadinya abrasi pantai. Berkembanngnya hutan mangrove disuatu lingkungan pesisir sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pesisir itu sendiri seperti, tidak terdapat gelombang yang besar, gerakan air yang minimal sehingga partikel partikel sedimen yang halus cenderung mengendap dan berkumpul didasar perairan yang menajdi substrat media tumbuhnya hutan mangrove.
Terumbu karang merupakan ekosistem diperairan yang sangat subur. Kesuburan ekosistem terumbu karang ini menjadikan aneka jenis ikan hidup dan tinggal disekitarnya serta sebagai tempat berpijah, berlindung dan mencari makan berbagai spesies ikan. Tumbuh dan berkebangnya terumbu karang disutau perairan dipengaruhi oleh suhu, kedalaman, dan kadar garam air laut. Terumbu karang secara optimal berkembang pada suhu 23-25 C, kedalaman 25 meter atau kurang, dan salinitas air laut normal yaitu 32-35/OD.
Menurut Ahimsa (1994) ada dua pengertian mengenai pesepsi manusia terhadapa lingkungannya. Pertama proses manusia memperoleh pengetahuan lingkungan melalui rangsangan rangsangan yang diterima dan kedua tangapan manusia terhadap lingkungannya yang terdapat dalam pikirannya. Proses manusia memperoleh pengetahuan lingkungan ditentukan oleh pandangan sifat individualnya terhadap lingkungan sesuai dengan kebudayaan yang dianutnya. Secara umum tanaman mangrove menurut nelayan didaerah sebagai daerah yang secara potensial dapat meberikan manfaat ekonomi. Dalam hal ini masyarakat memahami bahwa mangrove merupakan tempat bagi berkembangnya jenis jenis ikan dan udang. Hal tersebut bersarkan penelitian yang dilakukan di daerah tanah laut dan rembang. Manfaat tanaman mangrove adalah sebagi tempat bagi berkembangnya berbagai jenis ikan dan udang, selain itu sebagian masyarakat lebih menekankan pada aspek untuk menanggulangi terjadinya abrasi pantai, serta sebagai tempat asuh yang dapat menyuburkan perairan daerah tangkapannya dengan berbagai jenis ikan potensial.

Selama tanaman mangrove itu tumbuh subur dipantai yang berdekatan dengan fishing ground nelayan, dapat dipastikan nelayan tidak akan mengalami kekurangan hasil tangkapan. Secara umu masyrakat didaerah penelitian memahami arti pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ekonomi dikarenakan ekosistem ini menjadi tempat asuh dan hidup dari berbagai jenis ikan potensial, keberadaan terumbu karang biasanya menjadi lokasi penangkapan ikan oleh nelayan karena daerah ini relatif paling subur terhadap keberadaan ikan. Meskipun terumbu karang dianggap memiliki nilai yang tinggi bagi peningkatan ekonomi nelayan, akan tetapi pandangan masyarakat yang menganggap yang bahwa laut merupakan wilayah bebas dan siapapun berhak mengeksploitasi telah mengakibatkan rusaknya habitat terrumbu karang. Hal ini disebabkan oleh adanya eksploitas yang berlebihan atas sumberdaya diareal terumbu karang yang relatif subur yang mengakibatkan dampak langsung dari bagi ekosistem terumbu karang. Secara umum kerusakan lingkunag pesisir yang terjadi disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor manusia dan faktor alam. Faktor alam seperti derasnya arus air laut, sedangkan faktor manusia berupa penebangan hutan mangrove dan pengambilan dan pengrusakan terumbu karang akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan lingkungan paling parah tejadi di kepulauaan seribu, ditandai dengan langkanya ekosistem mangrove akaibat pembanguanan pelabuhan dan fasilitas pariwisata di pulau pulau juga pengambilan terumbu karang oleh masyrakat yang tidak terkendaliuntuk bahan bangunan rumah, aksesoris aquarium dan perluasan pemukiman. Terumbu karang dan hutan mangrove sangat memiliki peran penting terhadap terjaganya ekosistem dan biota laut, namum dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari masyrakat setempat dan juga kurang kepedulian pemerintah terhadap ekosistem laut membuat masyarakat nelayan dapat melakukan tindakan semena mena terhadap hutan mangrove dan terumbu karang.

No comments:

Post a Comment

Terbaru

Misteri Kematian Sang Juara Olimpiade Matematika Asal Indonesia David Hartanto

                Seorang mahasiswa asal Indonesia di Nanyang Technology University ( NTU ) Singapura bernama David Hartanto diberitakan meni...